Senin, 18 April 2016

Membangun UMKM Indonesia

Saat ini semakin jelas tantangan ekonomi bagi Indonesia. Selain oleh karena semakin derasnya arus impor barang-barang dari luar negeri, khususnya negeri China, juga semakin banyaknya orang yang masuk dan bekerja di Indonesia.
Semua ini oleh karena satu hal, besarnya pasar (market) di Indonesia. Semua negara berlomba-lomba bekerjasama dengan Indonesia untuk mendapatkan berbagai kemudahan, termasuk negara-negara yang mungkin selama ini jarang dan belum pernah bekerjasama dengan Indonesia.
Nah, apakah kita akan berdiam diri saja ?
Pada  saat  maju  dalam  pemilihan  presiden  dan  wapres  yang  lalu, pasangan  Jokowi-JK  mengusung  visi “Terwujudnya Indonesia Yang Berdaulat, Mandiri Dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”,  visi  yang  kurang  lebih  adalah  konsep  Trisakti  Soekarno yaitu:
1). Berdaulat dalam Bidang Politik;
2). Berdikari dalam Bidang Ekonomi; dan
3). Berkepribadian dalam Bidang Kebudayaan.  
Visi tersebut kemudian dijabarkan dalam 7 misi serta 9 agenda prioritas atau yang terkenal dengan sebutan “Nawacita” .  Dengan  visi misi itu, pasangan Jokowi-JK berhasil meyakinkan 71 Juta atau 53,15% rakyat Indonesia untuk memilih mereka sebagai  presiden  dan  wakil  presiden  Republik Indonesia  2014-2019. 
Tiba saatnya kita mendukung NAWACITA ini dengan lebih nyata berperan. Apa yang bisa kita lakukan ?
Dalam ilmu Marketi
ng, 4P (Produk, Price, Place, People dan Promotion). Kelima hal ini yang bisa membuat UMKM berkembang.

1. Produk adalah produk / barang yang dijual. Bisa mendapatkan barang yang telah siap dijual, atau barang jadi, atau barang yang dibuat sendiri. Diharapkan semakin banyak UMKM membuat produknya sendiri. Untuk mendapatkan produk ini, kita bisa melakukan survey, pengamatan mengenai kebutuhan yang saat ini ada. Semakin kita jeli melihat kebutuhan itu, maka semakin besar juga produk kita akan diminati. Disarankan juga untuk mencari produk yang belum dijual di pasaran tapi bermanfaat bagi pembeli.
2. Price
Setelah kita mendapatkan produk yang akan kita jual, maka kita harus menghitung biaya yang dikeluarkan untuk proses produksi / pembelian produk. Biaya juga memperhitungkan biaya modal dan biaya operasional. Dan apabila ada kendala dengan biaya, maka kita bisa mencari bantuan dari lembaga keuangan yang telah disiapkan pemerintah untuk mendukung fasilitas kredit dengan bunga yang murah.
3. Place
Place adalah tempat dimana kita berusaha atau memperkenalkan usaha kita. UMKM banyak berkonsentrasi di pasar tradisional, mal ataupun gedung perkantoran yang biayanya terjangkau. Tapi sekarang ini ada tren yang sangat besar, yaitu menggunakan tempat virtual ataupun berjualan secara online. Tempat akan tetap diperlukan bagi UMKM karena kecenderungan warga kita memerlukan tempat offline untuk melihat produk yang ditawarkan di media online. Pemilihan tempat juga mempertimbangkan kemudahan akses, sesuai dengan produk yang ditawarkan.
4. Promotion
Promosi ini mungkin dulu menjadi kendala besar bagi UMKM. Tapi saat ini tidak. Dengan Pasarindo.com semua menjadi mudah. Selain mendukung berbagai media sosial yang telah digunakan banyak UMKM selama ini, Pasarindo juga menjadi ‘hub’ commerce bagi banyak pebisnis. Sehingga mereka mencantumkan semua informasi media sosial, kontak yang mereka miliki di halaman Pasarindo mereka. Promosi dengan menggunakan web dan mobile Pasarindo juga sangat mudah. Dengan beberapa langkah mudah mereka dapat melakukannya sendiri, atau dibantu dipasangkan oleh Pasha (admin yang siap membantu memasangkan iklan). Semua menjadi mudah dengan Pasarindo.
5. People
People adalah tim kerja anda. Pastikan tim kerja anda mengerti bisnis yang anda jalankan. Kita bisa mulai dengan merekrut orang yang mengerti produk dan bisnis model anda. Sebagai tahap awal, banyak UMKM melibatkan anggota keluarganya untuk mendukungnya, tapi lambat laun, profesionalisme dalam bekerja harus diutamakan agar UMKM bisa menjadi kuat dan besar.
Mari mencoba layanan Pasarindo dan rasakan berbagai manfaat dan kemudahannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar