Senin, 31 Oktober 2016

Menteri Koperasi dan UKM: Perkuat Ranah Digital, Tingkatkan Mutu Produk

Kementrian Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga menghimbau untuk memperkuat ranah digital serta meningkatkan kualitas serta produktifitas produk UKM, sehingga permintaan dari luar negeri terpenuhi.
“Hingga saat ini, banyak permintaan dari luar negeri, tapi UKM ki
Menteri Koperasi dan UKM: Perkuat Ranah Digital, Tingkatkan Mutu Produk
ta belum bisa menyiapkan jumlahnya,” tutur Menteri Puspayoga.
Hal tersebut ia sampaikan pada launching Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UKM (PLUT-KUKM) di Subang, Jawa Barat. Sebelumnya, launching PLUT-KUKM telah sukses digelar di Kalimantan dan Cianjur.
Dalam kesempatan itu, Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga yang didampingi oleh Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha, Ir. Yuana Sutyowati Barnas, M.M menambahkan bahwa selain kualitas dan produktifitas, packaging harus benar-benar ditingkatkan, sehingga dapat bersaing di pasar international sebagaimana Jepang. Jepang dinilainya dapat menampikan produk biasa dengan packaging yang bagus, sehingga produknya dapat bersaing.
“Masyarakat UKM kita yang sudah online 1,5 juta. Dengan adanya kampung UKM digital ini menentukan daya saing kita ke depan, jika online system ini bisa berjalan dengan baik, secra otomatis ekonomi kita akan meningkat.”
Di samping online, penggarapan di ranah offline tetaplah penting. Menurut Puspayoga, tidak semua pelaku ekonomi kita harus berpindah ke online. “Seperti Mall, dia punya pasar sendiri. Nah, pasar tradisional pun begitu. Jadi target online system itu yang kecil dan menengah,” tambahnya.
Program yang telah disahkan lewat MoU PT Telkom tbk dengan Kementrian Koperasi dan UKM 25 Mei 2016 di Yogyakarta ini diapresiasi oleh banyak pihak. Pada kesempatan itu, selain berterimakasih atas fasilitas PLUT-KUKM ini, Plt Kabupaten Subang, Hj. Imas Aryumningsih juga menyapaikan bahwa PLUT ini sangat representatif dan menunjang, terutama bagi turis luar maupun dalam negeri yang menginginkan oleh-oleh dengan harga murah. Imas pun yakin, PLUT dapat memicu dan memotivasi para UKM sehingga produknya bisa dipasarkan dan dikenal orang.
Selain 5 konsultan permanen yang bertugas mendampingi para UKM, PLUT-KUKM Subang memiliki beberapa fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh koperasi dan UMKM di antaranya ruang konsultasi dan tempat berbagai pelatihan, perpustakaan, broadband center, serta ruang pameran dan galerry.
Batik Nanas, Kerajinan dari kayu, terutama lukisan, home industri berupa kuliner
Direktur utama PT. Telkom Tbk. Deputy Executive vice President telkom regional iii Muhamad Hamdan berharap, semoga dengan berdirinya Kampung-kampung UKM digital ini dapat menjawab tiga akses yang kerap menjadi permasalahan utama para UKM, yakni akses permodalan, akses pasar, dan akses kompetensi.
“Tentu program dan pendirian PLUT-KUKM ini perlu didukung oleh akademisi, pelaku bisnis sendiri, Community Volunter,fokus dan kepedulian dari Goverment, serta media,”

sumber: http://www.majalahexcellent.com/artikel/804/menteri-koperasi-dan-ukm:-perkuat-ranah-digital,-tingkatkan-mutu-produk

Sabtu, 29 Oktober 2016

Hadiri juga TALKSHOW pada hari MINGGU, 30 Okt 2016, jam 14.30 - 15.30

Hallo Pasarindoers!

Salam UKM Indonesia Bangkit
Itulah juga salam kami di Jakarta StartUp Week, 28-30 Okt 2016 di MOI Kelapa Gading, Lantai LG.

Temukan booth PASARINDO.COM disana, tanya langsung kepada FOUNDER nya, dan bagikan manfaat PASARINDO selama ini untuk Anda.

Hadiri juga TALKSHOW pada hari MINGGU, 30 Okt 2016, jam 14.30 - 15.30


Dapatkan hadiah EXCLUSIVE, baju keren PASARINDO untuk Anda.

Kami tunggu ya

Founder,
Fanky Christian

Sabtu, 01 Oktober 2016

Winning in the Digital Era - 30 Sep 2016

Bank Sahabat Sampoerna (BSS) kembali menyelenggarakan Startup Forum dengan para pembicara kali ini adalah Puspita Zorawar (Pakar Hukum Capital, Managing Partner Excellencia Indonesia) dan Andry Salim (Penulis Buku Internet Millionare, VP OnStore.co.id).
Bertempat di SAM WOK di area LG dari Gedung Sampoerna Strategic, sekitar 40 orang berkumpul mendengarkan sharing dari para pembicara.
Acara dibuka oleh Direktur BSS Ong Tek Tjian yang dengan setia mengawal kegiatan ini dari awal.
'Setiap minggunya selalu ada peserta baru yang ikut BSS Startup Forum ini', demikian ujar Ong Tek Tjian. Kemudian para peserta saling memperkenalkan diri.
Kegiatan ini juga didukung oleh Asosiasi Pengusaha Online Indonesia (APOI), Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO) yang secara rutin terus mengajak para anggotanya untuk hadir dan memberikan informasi mengenai produk dan jasa yang ditawarkan oleh startup miliknya masing-masing.

Dalam kesempatan ini juga hadir Siriwan Aramsewong (Yelly) yang merupakan Business Development dan PMO Director untuk produk SOBATKU. Produk paling anyar dari Bank Sahabat Sampoerna ini sedang digodok dan dipersiapkan untuk di-launching di awal tahun 2017.
Produk ini akan merupakan jawaban bagi UKM Indonesia yang selama ini dibina oleh Bank Sahabat Sampoerna.



Dalam sesi pertama, Puspita Zorawar menyampaikan materi menjadi pemenang dalam era digital (Winning in Digital Era) dari konteks sumber daya manusia.
Ini yang tidak pernah bisa kita lupakan, termasuk oleh para startup kita, ujarnya singkat.
Presentasi membius para peserta yang datang dengan cara pembicara yang lugas dan menarik.



Sesi kedua dibawakan oleh Andry Salim, yang telah lama berkecimpung dalam dunia Internet Marketing dan telah sukses menerbitkan buku "Internet Millionare" di tahun 2014.
Sekarang ini, beliau adalah co-founder dari social commerce Onstore.co.id. Dijelaskan dengan gamblang perbedaan dari Onstore.co.id yang membidik segmen social commerce, e-commerce bagi komunitas. Dan ini juga merupakan solusi yang baik bagi para UKM Indonesia, yang sekarang ini hampir terjebak 'perang harga' diantara para pemain marketplace yang ada.
Acara ini ditutup jam 21.00 WIB dan kami semua merasakan manfaat dari sharing session yang selalu dilakukan oleh Bank Sahabat Sampoerna ini. Nantikan kami dalam BSS Startup Forum minggu selanjutnya.

Rabu, 10 Agustus 2016

Menkop Ungkap Penyebab Kesenjangan Pendapatan di Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengungkapkan penyebab kesenjangan pendapatan yang terjadi di Indonesia terjadi karena kurang diperhatikannya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Dalam acara bertajuk All Business Framework Asia to The World di Gedung Smesco RumahKU Jakarta, Selasa (9/8/2016) Puspayoga mengatakan kesenjangan pendapatan menyebabkan gini ratio atau tingkat ketimpangan pengeluaran masyarakat di Indonesia masih relatif tinggi.
"Gini ratio kita masih tinggi atau sekitar 0,4 padahal pertumbuhan ekonomi kita bagus bahkan nomor tiga di dunia setelah Tiongkok dan India. Ini artinya ada sesuatu yang salah," kata Puspayoga dalam keterangan resminya, Selasa (9/8/2016).
Menurut Puspayoga, kesalahan itu terletak pada belum diperhatikannya upaya pemberdayaan terhadap para pelaku UMKM di Tanah Air.
"Selama ini UKM belum tersentuh upaya pemberdayaan dengan optimal," katanya. Puspayoga berpendapat, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan ada artinya jika pemerataan pendapatan tidak terdistribusi dengan baik.
Dengan kata lain bahwa kesejahteraan hanya dirasakan oleh segelintir kalangan saja. Oleh karena itu, pihaknya mendorong semua pihak untuk turut serta dalam upaya pemberdayaan dan pengembangan para pelaku UMKM di Tanah Air melalui berbagai cara.
Dengan itu Kemenkop sendiri berupaya mengembangkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk para pelaku usaha mikro dengan suku bunga 9 persen pertahun.
"Saya juga yakin kalau empat hal ini yaitu infrastruktur, tourism, energi, dan maritim jalan maka pertumbuhan ekonomi akan meningkat, jika UKM diperhatikan maka terjadi pemerataan kesejahteraan. Sebab tidak ada gunanya pertumbuhan meningkat tapi tidak ada pemerataan," pungkasnya.

sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/08/10/050000226/Menkop.Ungkap.Penyebab.Kesenjangan.Pendapatan.di.Indonesia?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

Selasa, 09 Agustus 2016

Coffee Morning 9 Agustus 2016 [Part 1 of 4] - WARUNG DIGITAL

Talkshow WARUNG DIGITAL - Cofee Morning Radio Heartline FM 9 Agustus 2016

Founder kami, FANKY CHRISTIAN dalam acara COFFEE MORNING di Radio Heartline FM , Karawaci.

Pasar Ritel Malaysia tumbang, Indonesia harus siap-siap juga

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Tertundanya pembukaan beberapa mal dan tumbuhnya e-commerce membuat pengalaman berbelanja di Malaysia mulai terlihat suram dari biasanya.
Pemandangan terkait kondisi pusat perbelanjaan di Malaysia berada di persimpangan dengan mal-mal baru tertunda pembukaannya dan ditutupnya mal lain secara bersamaan.
Hal ini menunjukkan kondisi dan situasi ritel Malaysia disebut-sebut seperti kembali ke krisis keuangan Asia pada akhir 1990-an.
"Setelah 1998 banyak hal kembali cukup cepat tetapi untuk sekarang ini adalah yang paling sulit. Ada lebih banyak variabel, lebih banyak kompetisi dan isu-isu kelebihan pasokan. Jadi ini akan menjadi pekerjaan yang jauh lebih sulit," jelas Direktur Savills Malaysia Allan Soo.
Di sepanjang semenanjung, kombinasi mematikan antara konsumen yang berubah-ubah dan kelebihan pasokan ruang ritel merugikan operator mal.
Meningkatnya minat belanja online juga nampaknya memberikan pengaruh cukup besar pada pasar ritel di Malaysia.
Di Kuala Lumpur, Melati Mall, sebuah pusat belanja senilai 670 juta ringgit hasil patungan antara Sime Darmy Property Bhd dan CapitaLand Malls Asia akan menunda pembukannya yang dijadwalkan pada tahun ini menjadi kuartal II-2017 nanti.
Sementara itu di Penang, Perda City Mall ditutup dalam waktu singkat dan hanya memberi waktu sehari bagi para penyewa untuk menutup tokonya. Mal ini hanya beroperasi selama 18 bulan.
National Property Information Centre melaporkan kelebihan pasokan menghantui pasar ritel Malaysia. Sekitar 150,5 hektar ruang ritel sedang dikembangkan di seluruh Malaysia dan sebanyak 1.383 hektar saat ini sudah eksis.
Akan tetapi, tingkat hunian rata-rata untuk mal di Kuala Lumpur dan Selangor ada di angka 82 persen dan 79 persen pada 2015. Angka ini turun bila dibandingkan tahun 2014 yang berhasil mencatatkan 83,2 persen dan 81,7 persen masing-masing.
Bukan hanya itu, rata-rata sewa per bulan juga turun menjadi sekitar 133 ringgit atau Rp 433.000 per meter persegi per bulan dari sebelumnya 144 ringgit atau setara dengan Rp 469.000 per meter persegi per bulan.
Selain itu meningkatnya e-commerce juga semakin memperburuk pasar ritel di Malaysia. Sebuah survei di sana baru-baru ini menunjukkan, setengah dari pembelanja Malaysia membeli sesuatu secara online setidaknya sebulan sekali dan hanya 7 persen responden yang tidak pernah berbelanja online.
sumber: http://properti.kompas.com/read/2016/08/09/070000121/Pasar.Ritel.Malaysia.Tumbang

Senin, 08 Agustus 2016

DIGITALISASI USAHA MIKRO (DIGI-UM)

"Digitalization is the use of digital technologies to change a business model and provide new revenue and value-producing opportunities; it is the process of moving to a digital business. "
Gartner IT Glosary

Itu adalah pengertian dari DIGITALISASI. Penggunaan teknologi digital untuk merubah model bisnis, menyediakan pendapatan baru, peningkatan value, dan merupakan proses ke bisnis digital.

Lalu, apakah hal ini mudah apabila kita terapkan untuk USAHA MIKRO.

Sesuai dengan Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) :

Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini. Kriteria asset: Maks. 50 Juta, kriteria Omzet: Maks. 300 juta rupiah.

Nah, yang menarik, mengapa ini yang dibidik ??

Ini adalah segmen terbesar yang ada di negara kita. Total UMKM tercatat mencapai 60 juta UMKM yang ada di Indonesia saat ini. Dibandingkan dengan jumlah penduduk yang mencapai 250juta, maka nilai ini masih kurang dan dibawah 30%.

Sedangkan pengguna Internet saja saat ini mencapai 88 juta, mencapai 35% dari total populasi Indonesia. Luar biasa perkembangan pengguna Internet dalam kurun 10 tahun terakhir.

Dan berdasarkan data terakhir, hanya 10% dari 60juta UMKM yang telah melek teknologi, atau menggunakan teknologi digital. Artinya hanya 6juta UMKM saja yang telah menggunakan teknologi dalam proses dan usaha mereka.

Ini sebuah tantangan besar bagi kita semua, untuk terus meningkatkan UMKM agar bisa menggunakan teknologi digital. Oleh karena itulah, APKOMINDO sebagai kumpulan para pengusaha komputer se-Indonesia tertantang untuk ikut membangun Indonesia dengan menggunakan DIGITALISASI USAHA MIKRO.

Dengan mengoptimalkan potensi anggotanya, yang terdiri dari pengusaha komputer , baik hardware, software hingga aplikasi mobile, untuk membangun UMKM Indonesia.

Baru 10% UKM manfaatkan Teknologi Digital

JAKARTA, KOMPAS.com - Produk Usaha Kecil Menengah (UKM) yang dapat menguasai pasar domestik, bisa bersaing di pasar global. Oleh sebab itu, Kementerian Koperasi dan UKM gencar meningkatkan daya saing UKM Indonesia agar kompetitif di pasar global.
Hal itu disampaikan Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) Kementrian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi dalam diskusi bertajuk "Menguji Ketangguhan Daya Saing UKM di Pasar Global", di Jakarta, Rabu (3/8/2016).
"Kami sebagai pengelola gedung Smesco merupakan sarana sebagai pengantar bagi produk UKM masuk ke pasar global," kata Zabadi. 
Menurut dia, pihaknya memang bertugas untuk membantu para UKM untuk bisa meningkatkan daya saing produknya agar mampu kompetitif di pasar global.
"Kami selalu mengadakan business matching dengan para pembeli (buyer) dari luar negeri, promosi dagang di luar negeri, dan sebagainya," ungkapnya.
Zabadi menyebutkan, bahwa saat ini pihaknya sudah memiliki lebih dari 2.000 mitra UKM dari seluruh Indonesia. Secara umum, produk UKM Indonesia tidak perlu khawatir terkait daya saing.
Sebab, sebagian besar produk UKM terutama yang dibina LLP Kemenkop UKM, sudah siap masuk pasar global. Pasalnya, sudah banyak delegasi dari negara-negara lain yang datang ke Smesco untuk melihat kualitas produk-produk UKM binaan LLP.
"Sebagian besar produk UKM adalah produk kerajinan handmade. Jadi, nilai ekspornya tidak bisa diukur hanya sekadar nilai ekonomis. Yang jelas, ke depan produk UKM kita memiliki prospek yang bagus," papar Zabadi.
Keluhan UKM
Pelaku UKM memiliki pandangan tersendiri terkait daya saing UKM di pasar global. Dalam kesempatan yang sama, produsen manisan buah mangga asal Cirebon bernama Buyung menjelaskan bahwapackaging produk sangat penting sebagai modal bersaing UKm di luar negeri.
Sebab, dari sisi kualitas produk UKM tidak kalah dengan produk asal negara lain. "Bahkan, kalau berpameran pun, stan-stan mereka sangat bagus desainnya sehingga bisa menarik orang untuk mengunjungi stan mereka", ulas Buyung.
Sementara Anto Suroto, seorang pengusaha produk kulit (ular phyton dan buaya), mengatakan semua pihak harus peduli mengangkat produk lokal. Tetapi, pemerintah juga harus bisa meneropong peta pasar ekspor di luar negeri.
"Pasar lokal dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa ini memang sangat potensial. Namun bagi saya pasar ekspor jauh lebih menjanjikan", tandas Anto.
Anto mengatakan saat ini produknya sudah merambah pasar di tujuh negara seperti Turki, Meksiko, Jepang, Italia, dan sebagainya.
Dia menilai, pemerintah masih kurang fokus atau belum terlalu peduli dalam mengangkat brand image UKM Indonesia. Padahal, UKM Indonesia kurang mampu membangun brand image di pasar luar negeri.
"Kalangan akademisi, pengusaha, dan pemerintah harus sinergi dan terintegrasi untuk memajukan dan mengembangkan produk UKM di pasar global," pungkas Anto.

Kompas TVBaru 10% UKM yang Manfaatkan Teknologi Digital

Sabtu, 06 Agustus 2016

COFFEE MORNING 9 AGS 2016 - DIGITALISASI USAHA MIKRO (DIGIUM)

Kami akan hadir dalam acara COFFEE MORNING - 9 Agustus 2016, membahas DIGITILISASI USAHA MIKRO (DIGIUM)

1. Anthony Kosasih - co founder jurnal.id

2. Fanky Christian - ketua DPD APKOMINDO DKI Jakarta, Founder Pasarindo.com

3. Irfan Budiman - Praktisi Teknologi Perbankan

4. Andy djojo Budiman - co founder ireap pos.

5. Djoko Kurniawan - senior business consultant

Stay tune di 100.6 Heartline FM - Jakarta dsk, atau streaming di www.heartline.co.id

Sabtu, 09 Juli 2016

Internet and digital landscape in Indonesia

Internet and digital landscape in Indonesia


With a growing connectivity and a large population that is extremely active online, Indonesia is one of the world’s leading countries for the use of digital technologies. Through Internet, mobile, e-commerce or social media, digital in Indonesia is a very attractive market both for its size and growth potential.
The latest figures available for the penetration of Internet, mobile and social media show that Indonesia’s large population is gradually adopting online technologies and already a massive market for mobile, fomenting an attractive ecosystem and market for mobile apps.

The following presentation highlights the details of various digital trends in Indonesia and its enormous potential for growth: especially the compared use of the different digital devices, mobile behaviors, e-commerce, leaders of the different digital industries, investments and advertising.


7 insights on digital in Indonesia – summary
  • Indonesia overview – slide 5
  • Audience behavior – slide 10
  • Mobile behavior – slide 14
  • E-commerce landscape – slide 18
  • Industry landscape – slide 25
  • Investment related – slide 30
  • Advertising industry – slide 36
  • Things to know before entering the Indonesian market – slide 40

Key points on the use Internet and digital in Indonesia

Indonesia has the largest population of Southeast Asia but its level of economic development and penetration of digital technologies, however, is rather on the low side, making it comparatively more interesting for growth perspectives.
With a penetration of about 35% in 2015, the number of Internet users in Indonesia is expected to reach a share of 63% of the population in 5 years, representing about 160 million Internet users in 2020.
Indonesia is a “mobile-first” country with 61% Internet accessibility through mobile and 39% through desktop. When it comes to media consumption, Indonesia has the world’s most important total daily screen minutes of 540 minutes/day, with an important share of mobile devices.
  • 132 min/day of Television
  • 117 min/day of PC / laptops
  • 181 min/day of smartphone
  • 110 min/day of tablets
  • total mobile devices (smartphone + tablets): 291 min/day
For more information on digital use is ASEAN countries, check digital numbers in Southeast Asia.

E-commerce

  • The number of online shoppers is expected to reach 8.7 million in 2016, with a growth of more than 17% compared to 2015.
  • Online sales volume are set to reach 4.49 billion USD in 2016, representing 0.8% of total retail sales, and a growth of more than 26% compared to 2015.
  • Top products bought online include clothing (particularly for female buyers), handphones, plane tickets and laptops.
  • The low penetration of credit cards in Indonesia makes credit cards payments online rare. Bank transfers and cash-on-delivery are the prefered methods of payments.

Top Indonesian websites

After the leading websites from the US (Google, Facebook, Youtube, Yahoo, Blogspot), the following 5 Indonesian websites are the top ranking in traffic in Indonesia, according toAlexa.

Startups

When it comes to startups and funding, the number of deals and total funding has exploded in 2015, as more and more companies and venture capitalists realize the enormous potential of Indonesia.

Advertising

Advertising also benefits from this growing trend in the use of digital technologies in Indonesia. The industry is seeing a double digit growth year-on-year in advertising spending, expected to reach 15 billion USD in 2016. Digital is benefiting the most with agrowth of more than 50% for online advertising year-on-year from 2013 to 2018.
Presentation published in February 2016 by Danny Wirianto from gdp ventures, realized with the data from several sources

source: http://aseanup.com/internet-digital-landscape-indonesia/

Jumat, 24 Juni 2016

SELLING IN DIGITAL ERA



Undangan Buka Puasa Bersama Microsoft, APOI & APKOMINDO

Total transaksi penjualan online di Indonesia sudah mencapai Rp. 250 triliun. Mari tingkatkan penjualan Anda dengan menguasai teknik penjualan terbaru di era digital.

✅ Pembicara:
1. Soegiharto Santoso
- Ketua Dewan Pembina Komunitas Sales Indonesia (Komisi)
- Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO)
- Direktur Masterdata

2. Suhartono Chandra
- Presiden Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA) Chapter Jakarta
- CEO Paramount Consulting

3. Dedy Budiman
- Founder Komunitas Sales Indonesia
- Champion Sales Trainer

4. Anthonius Henricus
- Developer Experience & Evangelism Director, Microsoft Indonesia

5. Wilson Partogi
- Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Online Indonesia (APOI)
- CEO LADOVA Consulting

Tanggal:
✅ Selasa, 28 Juni 2016 jam 15.30
✅ Auditorium Microsoft, Gedung BEJ, Tower 2, Lantai 18, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, SCBD

Minggu, 05 Juni 2016

Kemudahan Berusaha Bagi UKM Jadi Fokus Paket Ekonomi Ke-12


Pemerintah mengumumkan paket kebijakan ekonomi jilid 12 sebagai kelanjutan deregulasi ekonomi di Indonesia, yang memfokuskan pada kemudahan berusaha.
Presiden Joko Widodo yang mengumumkan paket ekonomi ke-12, Kamis (28/4) di Istana Merdeka, menjelaskan bahwa kemudahan berbisnis ini dalam bentuk deregulasi sejumlah peraturan yang selama ini dinilai menghambat bisnis Usaha Kecil Menengah/UKM. Diantaranya adalah soal memulai usaha.
"Memulai usaha, awalnya 13 prosedur diubah menjadi 7 prosedur. Waktu dari 47 hari diubah menjadi 10 hari. Biaya Rp 6,8 juta sampai Rp 7,8 juta menjadi Rp 2,7 juta. Jumlah izin, dari lima menjadi tiga. Pendirian PT yang harus dengan modal awal minimal Rp 50 juta, namun khusus untuk UKM modal dasar berdasarkan kesepakatan para pendiri yang dituangkan dalam akta pendirian PT," kata Presiden Jokowi.
"Lalu untuk perizinan pendirian bangunan, sebelumnya 17 prosedur diubah jadi 14 prosedur. Waktunya 210 hari jadi 52 hari. Biaya Rp 86 juta menjadi Rp 70 juta. Jumlah izin, dari empat menjadi tiga. Lainnya adalah soal pendaftaran properti. Sebelumnya ada lima prosedur diubah menjadi tiga prosedur. Waktunya dari 25 hari, menjadi tujuh hari. Biaya, sebelumnya 10,8 persen dari nilai properti, sekarang menjadi 8,3 persen dari nilai properti," jelasnya.
Deregulasi aturan lainnya tambah Presiden adalah, terkait pembayaran pajak. Di mana sebelumnya ada 54 kali pembayaran pajak yang harus dilakukan UKM, dipangkas menjadi 10 kali dengan sistem online. Berikutnya adalah menyangkut akses perkreditan, sebelumnya belum ada biro kredit swasta/lembaga pengelola informasi perkreditan. Sekarang, telah diterbitkan izin usaha kepada dua biro kredit swasta/ lembaga pengelola infiormasi perkreditan.
Kemudian terkait dengan penegakan kontrak dengan mengatur penyelesaian gugatan sederhana. Melalui peluncuran paket ini, penyelesaian gugatan sederhana diselesaikan melalui delapan prosedur dengan lama waktu penyelesaian selama 28 hari.Berikutnya adalah soal penyambungan listrik. Proses penyambungan listrik nantinya hanya akan melalui empat prosedur dengan proses penyelesaiannya 25 hari.
Sementara itu terkait mengenai perdagangan lintas negara, Presiden Jokowi menjelaskan,pemerintah memangkas waktu ekspor dari sebelumnya 4,5 hari kini hanya menjadi maksimal tiga hari.
"Perdagangan lintas negara: Sebelumnya offline, sekarang bisa online dengan menggunakan online modul untuk pemberitahuan ekspor barang dan pemberitahuan impor barang. Selain itu, ada batas waktu penumpukan di pelabuhan paling lama 3 hari.
Presiden Jokowi menambahkan, diatur pula soal penyelesaian perkara kepailitan, sebelumnya biaya kurator dihitung berdasarkan nilai harta debitur, dan waktu penyelesaian 730 hari, recovery cost 30 persen. Di aturan ini, biaya sudah diatur dan dihitung berdasarkan nilai utang, dan berdasarkan nilai penyelesaian. 
Kemudahan Berusaha Bagi Ukm Menjadi Fokus Paket Ekonomi Ke 12

Hal lainnya menyangkut, perlindungan terhadap investor minoritas. Presiden menjelaskan, sebelumnya peraturan ada tapi kurang sosialisasi. Sekarang diperluas sosialisasinya.
Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menambahkan, secara total ada 94 prosedur yang disederhanakan menjadi 49 prosedur. Jumlah izin dari sembilan diubah jadi enam, jumlah hari untuk memulai usaha dari 1.566 hari menjadi 132 hari. Selama ini yang terjadi menurut Darmin, adalah prosedurnya yang terlalu banyak untuk memulai sebuah usaha.
"Jadi ini merupakan dari awal sampai ujung kalau membuat usaha. Jadi yang kita kenal selama ini kan hanya ijin. Ternyata di prakteknya prosedur itu yang lebih banyak," kata Darmin.
Terkait dengan kebijakan sebelumnya, pemerintah pada 29 Maret 2016 mengumumkan kebijakan kredit usaha rakyat (KUR) untuk pelaku usaha UMKM yang berorientasi ekspor. [aw/lt]
sumber: http://www.voaindonesia.com/content/kemudahan-berusaha-bagi-ukam-jadi-fokus-paket-ekonomi-ke-12/3308554.html

Digitalisasi UMKM bisa fokus jika pemerintah bentuk badan sendiri

Digitalisasi UMKM bisa fokus jika pemerintah bentuk badan sendiri

Reporter : Fauzan Jamaludin | Senin, 22 Februari 2016 19:21

Digitalisasi UMKM bisa fokus jika pemerintah bentuk badan sendiri
digital era. © Interbrand.com
Merdeka.com - Direktur Executive Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi, mengapresiasi hasil kunjungan Presiden Jokowi di Silicon Valley yang membahas soal digitalisasi pada sektor UMKM bersama Facebook dan Google.
"Yang menarik, Presiden Jokowi sudah mulai mengerti bahwa yang perlu dikedepankan dalam ekonomi digital ini adalah UMKM, sehingga minta support dari Google dan Facebook mengenai pelatihan. Kalau pelatihan saya pikir tidak apa-apa," ujarnya kepada Merdeka.com melalui pesan singkat, Senin (22/2).
Namun, kata dia, perlu ada ketegasan persoalan mana yang menjadi wilayah asing bisa terlibat dan mana yang harus dikerjakan pemerintah sendiri.
"Saya melihat, upaya pemerintah ini belum jelas bagaimana membawa UMKM sebagai bagian penting revolusi ekonomi digital. Strategi besarnya yang belum terlihat, kalau meminta bantuan pelatihan memang akan menjadi bagian dari peningkatan SDM dan edukasi, tapi membawa ke ekonomi digitalnya yang belum. Kalaupun ada roadmap kan e-commerce saja, padahal ekonomi digital bukan cuma e-commerce," terangnya.
Ia pun menyarankan jika pemerintah membentuk badan yang bisa menangani khusus mengenai pertumbuhan ekonomi digital. Tujuannya agar pemerintah mampu memfokuskan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.
"Saya membayangkan kita punya lembaga ad hoc seperti Komite Ekonomi Digital, yang akan mengonsep, menyiapkan perubahan ekonomi baru, mengawasi implementasi hingga 2020. Ekonomi digital ini akan jadi urat nadi ekonomi Indonesia," katanya.

Sabtu, 07 Mei 2016

5 VITAMIN M UNTUK UKM ONLINE

Sayangnya saya kelewatan pas lagi presentasinya, tapi apa yang digambarkan sangat jelas bagi saya yang selama ini berusaha membantu UKM untuk bisa sukses di dunia online.


5 Vitamin M untuk UKM online, mari kita bahas.

1. Mobile Presence
Harus diakui, tren smartphone dan mobility yang sangat tinggi dalam 3 tahun terakhir ini, juga di Indonesia. Dengan jumlah pengguna smartphone yang semakin meningkat, maka tentu akan sangat penting bagi UKM untuk bisa eksis, mudah ditemukan dan dijumpai, tidak hanya dalam bentuk media website, tetapi juga website yang mudah diakses secara mobile, informasi yang tersedia di media mobile terkait UKM, dan kemampuan ini menjadi tantangan tersendiri bagi UKM.

Selama ini, banyak UKM yang masuk ke dalam berbagai komunitas mulai menggunakan media online. Salah satu tahapan awal yang dilakukan adalah membuat website. Bayangkan UKM yang selama ini tidak banyak menggunakan komputer, tidak hanya ditantang menggunakan komputer dan sistem komputer, melainkan juga harus mengelola website. Sesuatu yang penuh tantangan bagi mereka. Oleh karena itu dalam 5 tahun terakhir muncullah banyak media online yang membantu membuat website bagi UKM. Tapi tidak sedikit juga, UKM yang kecewa, karena memang sangat sulit untuk mengelola website, dan kemudian menggunakan website nya untuk mempromosikan. Ditambah lagi sekarang ada sosial media, yang sangat powerful dan harus dikuasai lagi oleh para UKM.

Wah jelas semua ini membuat pusing. Terutama bagi UKM yang tidak bergerak di bidang online atau fasih menggunakan komputer dan Internet. Solusinya apa ? Banyak sosial media telah digunakan secara aktif sebagai cara untuk mempromosikan produk dan jasa UKM, salah satunya yang terbesar adalah Facebook. Kemudian muncul juga Instagram, dan banyak lagi yang lain. Ada juga yang aktif menggunakan Twitter. Sekarang ini muncul para penjual online yang notabene adalah UKM di Path. Dan semua ini saling melengkapi website, ataupun portal UKM yang selama ini telah digunakan.

Kemudahan menggunakan platform yang ada juga ditantang dengan kemampuan untuk mengupdate informasi produk dan jasa secara mobile. Ini juga dibidik dan dipersiapkan oleh banyak pihak, sehingga UKM dapat mengupload produk dan jasa nya dengan mudah, dengan menggunakan smartphone yang mereka miliki. Jangan lupa harga smartphone yang semakin murah, coverage network 4G yang semakin meluas, menimbulkan tantangan baru. Dalam beberapa saat lagi, kita akan melihat produk dan jasa yang ditawarkan UKM tidak hanya dalam bentuk gambar, tetapi juga video.

Salah satu website yang sudah menyiapkan ini semua adalah PASARINDO.COM. Mudah diakses bagi secara desktop, ataupun mobile. Dan sangat ramah UKM. UKM yang memiliki keterbatasan kemampuan, bisa menggunakannya dengan sangat cepat. Bahkan untuk yang tidak mengerti sekalipun, disediakan beragam akses. Dari SMS, email, WA, facebook, twitter, semua diterima oleh PASHA (Pasarindo Human Asistant) - orang yang bertugas membantu para UKM, dan melakukan posting iklan ke PASARINDO.COM


2. Money
Tidak dipungkiri, uang sangat memegang peranan penting untuk kelangsungan UKM online. Tapi bagi UKM yang selama ini yang telah menguasai dan terbiasa bertransaksi offline, mereka bisa memandang online sebagai salah satu cara perluasan bisnisnya. Untuk investasi mengubah menjadi UKM yang ramah online, memang sedikit banyak perlu biaya. Sekarang kita pilah, biaya apa saja yang diperlukan untuk menyiapkan menjadi UKM online :
a. Biaya domain
b. Biaya website hosting + pembuatan website
c. Biaya promosi website
d. Biaya promosi sosial media
e. Biaya perawatan
f. Biaya marketing staf online

Wah, kalau didaftarkan bisa jadi panjang ya. Coba kita lihat satu persatu. Biaya Domain, atau nama khusus dalam dunia Internet bisa jadi penting karena ini terkait dengan MEREK atau BRAND anda. UKM yang going-online pasti sangat merasakan 'berebutan' nama domain di Internet. Apabila domain telah dibeli, biayanya beragam, mulai dari 125.000 / tahun hingga 600.000 / tahun.

Berikutnya domain itu harus dipasang terkait dengan website hosting tertentu. Dan pastinya perlu dibuatkan desain, bentuk website khusus, dan sudah harus siap diakses juga secara mobile. Biaya pembuatan website bisa sangat beragam, tergantung kompleksitas. Tapi juga banyak penyedia website yang telah menyediakan beragam template yang bisa digunakan untuk toko online, UKM online, yang penting perlu diperhatikan adalah sudah siap diakses secara mobile.

Setelah punya website, maka berikutnya tinggal promosi. Nah ini yang jadi kesulitan tertentu. Karena promosi di Internet bisa membuat dana sangat banyak. Jadi harus sangat selektif dan cermat. Apabila industri UKM berhubungan dengan target market tertentu, maka disanalah yang tepat untuk mengeluarkan dana promosi. Promosi untuk kalangan tertentu dianggap berhasil apabila ada di halaman pertama dalam search engine. Tapi ini tidak melulu, yang penting adalah mempromosikannya ke target market yang dituju.

Biaya promosi berikutnya yang tidak bisa dihindarkan saat ini adalah menggunakan promosi melalui sosial media. Tetap acuan target market yang akan dibidik harusnya digunakan juga dalam promosi ini. Promosi yang terlalu besar tetapi tidak menghasilkan, maka harus segera dikurangi. Itu sebabnya sangat penting memastikan promosi di area yang tepat.

Setelah UKM online dan mempromosikan, tantangan selanjutnya adalah menjaga semuanya tetap ter-update. Maka diperlukan biaya perawatan. Biaya perawatan ini sangat penting, karena dalam dunia Internet, dunia maya, apa yang telah disampaikan akan tetap ada disana, yang ada hanyalah akan tergulung dengan jutaan informasi lainnya yang mungkin sejenis. Maka sangat penting keberadaan website, hosting, domain dan konten website yang sesuai harus dipertahankan dan ditingkatkan.

Semua biaya perawatan juga harus didukung dengan kemampuan tim yang bisa menggunakan media online secara maksimal. Maka biaya terkait sumber daya manusia juga harus dipertimbangkan.



3. Manpower
Sumber daya manusia sangat penting bagi UKM online. Mungkin kita melihat kecenderungan UKM online dimulai dengan satu atau dua tiga orang saja, tetapi impact nya bisa mendunia. Tapi jangan lupa, para pendiri juga harus terus mengembangkan tim mereka untuk mendukung bisnis mereka dalam jangka panjang. Maka investasi dalam SDM menjadi penting. Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah mudah mendapatkan orang yang sesuai ? Ini yang sedang kita hadapi, bangsa Indonesia harus mempersiapkan lebih baik lagi agar semakin banyak orang menguasai komputer, Internet, sosial media dan beragam tools yang berhubungan dengan dunia online.

4. Market Access
Mungkin ini yang sedang banyak pihak lakukan. Ketersediaan akses ke pasar terutama bagi UKM dengan menggunakan media online sedang dipersiapkan, digarap banyak pihak. UKM Indonesia yang tersebar di banyak pelosok, mulai menggunakan media online untuk mempercepat produk dan jasa mereka masuk ke pasaran. Tidak lupa juga, UKM kita memiliki potensi besar dimana produk dan jasa yang unik dan bisa menembus ekspor. Tidak banyak, tetapi bahkan presiden Jokowi telah membuktikannya. Kesempatan akses ke pasar yang lebih luas inilah yang dibantu dengan adanya media online. Dan beragam media menyediakan akses ini, tinggal UKM memanfaatkannya sebaik mungkin.

5. Mentors
Ini juga yang sangat penting harus dipersiapkan oleh banyak pihak yang ingin membantu UKM dalam memasuki dunia online. UKM yang tidak siap karena keterbatasan SDM, kemampuan menggunakan komputer, harus dipermudah dan dibantu semaksimal mungkin. Dan mungkin saja mereka tidak hanya butuh pelatihan, tapi juga pendampingan. Pendampingan atau mentoring ini yang juga telah dipersiapkan banyak komunitas yang mendukung UKM online. Baik pendampingan teknis, pendampingan pembiayaan, hingga pendampingan marketing. Semua ini semakin memperbaiki kualitas UKM Indonesia pada umumnya.

Dari 5 Vitamin itu, ada banyak pihak yang telah memulai, dan mungkin kelihatan sepertinya tidak terarah. Tapi pemerintah dengan berbagai pihak telah merumuskan banyak hal, salah satunya adalah target 1000 Entrepreneur Digital yang harus didapatkan Indonesia. Tidak lupa, banyak komunitas, asosiasi yang juga menargetkan hal yang sama, dan semua ini semakin membantu UKM Indonesia untuk going-online.

Semoga kita bisa perpartisipasi lebih aktif membantu UKM kita going-online.